Sep 24

Sumber : kafka.web.id

Nafsu makan anak-anak berkurang disebabkan oleh beberapa hal:

  • Kurangnya variasi makanan yang diolah.

Hal ini bisa ditanggulangi dengan:

  1. Mencoba dengan bahan yang sama tetapi dengan resep yang berbeda, misalnya jagung selain dibuat sop, bisa juga dimasak untuk dadar jagung, atau makanan selingan seperti kue jagung, jenang jagung dan lain sebagainya.
  2. Menambah makanan selingan dengan bahan yang bergizi diantara makanan utama misalnya dari ketela pohon direbus kemudian dihaluskan,kemudian dikepal, di dalamnya diberi gula merah, dicelupkan dalam adukan 1 butir telor lalu digoreng, atau wortel (tambahkan daging bila ada) dicincang, tumis dengan bawang putih dan daun bawang, masukkan bihun yang sudah ditiriskan tambahkan kecap sedikit, gula dan garam secukupnya.
  3. Tetap diusahakan agar anak selalu makan (makanan utama) 3 kali sehari agar nutrisi yang masuk dalam tubuh anak terjaga, perlu diberitahukan pada pembantu rumah tangga yang menyuapi si anak agar sabar dan telaten.
  4. Menambah multivitamin yang sesuai dengan kondisi dan umur anak misalnya selain ASI ditambah dengan susu yang dibutuhkan tubuh si anak (bisa melalui konsultasi gizi dengan dokter si anak).

(more…)

Sep 24

sumber: balita-anda

Infeksi cacing tidak selalu menimpa anak-anak. Siapa pun bisa terinfeksi bila pola hidupnya kurang higienis. Untuk mengusir cacing dari saluran pencernaan kita itu bisa digunakan bahan-bahan alami di sekitar kita. Di antaranya temu ireng (hitam) atau temu giring.

Anak berbadan kurus, muka pucat, dan perut buncit, sering langsung divonis cacingan. Kesimpulan macam itu ada benarnya, meski tak seluruhnya benar. Penampilan seperti itu memang merupakan sebagian manifestasi gejala cacingan, yang acap tidak begitu nyata. Tanda-tanda serangan cacing lainnya antara lain gangguan lambung dan usus, seperti mulas-mulas, kejang-kejang, dan diare berkala. Bila dilakukan pemeriksaan rektal, bisa ditemukan adanya gumpalan cacing.
(more…)