Archive for the ‘Makanan Bayi’ Category

Feb 03

Karies gigi adalah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi. Penyakit ini menyebabkan gigi berlubang dan jika tidak ditangani secara serius dapat menyebabkan nyeri, penanggalan gigi, infeksi, berbagai kasus berbahaya dan bahkan kematian.

Dari hasil penelitian yang dilakukan Prof. DR. Budiharto, drg, SKM, dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia mengenai faktor resiko yang berpengaruh terhadap karies gigi pada anak terungkap bahwa masa pemberian ASI pada bayi menjadi salah satu faktor resiko penyebab karies gigi. Makin sebentar ibu memberi ASI makin besar resiko terkena karies gigi, katanya.

Penggantian dari ASI menjadi susu formula juga turut berkontribusi menyebabkan karies karena dalam susu formula mengandung kadar gula yang lebih banyak.
(more…)

Feb 17

sumber: republika

Kenalilah obat dan makanan yang kita asup.

Sakit kepala Anita menjadi-jadi. Namun, ia memaksakan diri menunggu perhentian bus. Padahal dalam tasnya selalu tersedia obat-obatan. ”Tapi, saya lupa bawa air putih. Yang ada cuma sebotol minuman berenergi,” ungkapnya tentang pengalaman perjalanan pulang kampungnya setahun lalu.

Waktu itu ia tak mau ambil risiko menenggak obat dengan minuman bekalnya. Ia khawatir terjadi reaksi yang bisa membahayakan tubuhnya.
Bentrok antara makanan dan obat kita asup? Bisa saja.
(more…)

Feb 03

Sumber: republika

Tiap orang tua menginginkan bayinya memiliki awal yang terbaik dalam hidup mereka. Ada banyak pilihan yang harus dipilih. ASI atau susu formula? Disposableatau popok? Dan jika bayi sudah pada waktu pemberian makanan padat, mana yang lebih sehat?

Di zaman yang serba sibuk ini perawatan bayi sehari-hari dengan waktu yang terbatas membuat banyak orang tua yang memilih makanan bayi instan. Apalagi makanan instan ini terdapat dalam berbagai jenis sepanjang tahun.

Bayi biasanya mulai memakan makanan padat di usia empat sampai enam bulan. Lebih lambat dari itu tidak dianjurkan. Pada usia enam bulan, bayi biasanya mempunyai dua kali berat badan pada waktu lahir dan pada saat itulah dia tertarik untuk makan apa saja yang di sekitarnya.

Untuk mendapatkan pilihan makanan bayi instan yang paling sehat, carilah saran dari dokter anak, ahli gizi dan para orang tua serta dari toko. Rata-rata bayi Amerika mengkonsumsi 600 bungkus makanan bayi dalam kemasan setiap tahunnya. Rata-rata bayi di Eropa Barat mengkonsumsi makanan bayi dalam kemasan sebanyak 240 buah setiap tahunnya dan di Eropa Timur sekitar 12 buah setiap tahunnya.
(more…)

Sep 24

Sumber : kafka.web.id

Nafsu makan anak-anak berkurang disebabkan oleh beberapa hal:

  • Kurangnya variasi makanan yang diolah.

Hal ini bisa ditanggulangi dengan:

  1. Mencoba dengan bahan yang sama tetapi dengan resep yang berbeda, misalnya jagung selain dibuat sop, bisa juga dimasak untuk dadar jagung, atau makanan selingan seperti kue jagung, jenang jagung dan lain sebagainya.
  2. Menambah makanan selingan dengan bahan yang bergizi diantara makanan utama misalnya dari ketela pohon direbus kemudian dihaluskan,kemudian dikepal, di dalamnya diberi gula merah, dicelupkan dalam adukan 1 butir telor lalu digoreng, atau wortel (tambahkan daging bila ada) dicincang, tumis dengan bawang putih dan daun bawang, masukkan bihun yang sudah ditiriskan tambahkan kecap sedikit, gula dan garam secukupnya.
  3. Tetap diusahakan agar anak selalu makan (makanan utama) 3 kali sehari agar nutrisi yang masuk dalam tubuh anak terjaga, perlu diberitahukan pada pembantu rumah tangga yang menyuapi si anak agar sabar dan telaten.
  4. Menambah multivitamin yang sesuai dengan kondisi dan umur anak misalnya selain ASI ditambah dengan susu yang dibutuhkan tubuh si anak (bisa melalui konsultasi gizi dengan dokter si anak).

(more…)

Sep 09

sumber : cuek.wordpress.com

Bahan :
1 butir telur ayam
1 ½ sdm minyak goreng, untuk menumis
50 gr daging cincang
10 gr sayur campur, mis. Wortel, biji jagung dan kc polong
100 ml kaldu/air
1 sdt tepung sagu, larutkan dengan sedikit air
Bumbu :
½ sdt bawang putih cincang
1 sdm irisan daun bawang kecil bag.putih
1 irisan tipis jahe
¼ sdt garam
¼ sdt gula pasir
¼ sdt merica bubuk
½ sdm kecap asin
1 batang daun seledri, iris
¼ sdt minyak wijen
Cara membuat :

  1. Kocok telur dgn garam & merica bubuk secukupnya, buat dadar telur. Potong2 ukuran 5×5 cm, sisihkan.
  2. Panaskan minyak, tumis bw putih, daun bawang dan jahe hingga harum. Masukkan daging, aduk smp daging berubah warna. Masukkan sayur campur, beri garam, gula pasir, merica bubuk, kecap asin, kaldu. Masak hingga mendidih, lalu kentalkan dengan air sagu.
  3. Taburi seledri dan minyak wijen. Siram di atas telur dadar. Hidangkan.
Aug 26

 sumber: infobunda.com

Memang, menurut Dr. William Sears dalam bukunya, The Baby Book, kebiasaan makan yang tidak menentu adalah ciri khas perkembangan normal anak-anak balita yang dipengaruhi suasana hatinya. Anak balita bisa saja makan dengan baik hari ini, tapi besok ia bisa menolak makanan yang sama. Bila ini berlangsung sesekali, sebenarnya orangtua tak perlu risau, karena umumnya anak balita akan menyeimbangkan kebutuhannya akan makanan, dan ia akan minta makan bila sudah merasa lapar, dan berhenti bila ia sudah kenyang. Apalagi, seorang bayi yang belum berusia setahun, perutnya hanya sebesar kepalan tangannya. Maka, makanan sebanyak itu pula yang dibutuhkannya setiap hari, tak lebih dari itu.

Namun, tentu saja orangtua juga tak bisa menyerahkan kesulitan makan ini pada faktor biologis anak. Apalagi, tingkah laku anak akan bertambah buruk bila anak semakin lama tidak makan. Karena itu, tetap ada hal-hal yang bisa dilakukan bunda, yaitu:
(more…)

Jul 28

Bahan:
50 g bayam
50 g brokoli
1 bh tomat merah, seduh dalam air, haluskan, saring, ambil airnya
50 g wortel, kupas, potong dadu
1 sdm air jeruk lemon
4 sdm susu formula lanjutan, seduh dalam 500 cc air hangat
1 bks tepung jeli, siap pakai tanpa rasa

Cara Membuat:
(more…)

Jul 28

Bahan:
50 g kembang kol, petik kuntum, rebus sebentar
50 g wortel, potong kotak memanjang (mudah dipegang), rebus sebentar
50 g buncis, buang serat, rebus hingga lunak
1 sdm mentega
1 sdm maizena
2 sdm susu bubuk formula lanjutan, larutkan dalam 200 ml air matang
50 gr keju cheddar parut

Cara Membuat:

Membuat saus:
(more…)