Archive for the ‘Kesehatan’ Category

Mar 08
Masih ingat era 1980 ketika menyetrika menggunakan bara arang? Arang dibakar hingga membara dalam setrika besi yang di depannya terdapat pengunci berbentuk ayam jantan. Cara itu kini ditinggalkan dan digantikan setrika listrik yang lebih praktis. Namun, bukan berarti arang tak lagi digunakan. Pada abad ke-20, barang gosong itu justru makin luas penggunaannya. Riset terbaru, arang diubah menjadi penghantar zat antikanker pada tubuh manusia.

Penelitiannya dilakukan Japan Science and Technology Agency dan Japan Cancer Insitute, Jepang. Arang atau karbon diubah menjadi nanohorn, sejenis batang berukuran sepersejuta meter yang salah satu ujung silindernya meruncing dan tertutup seperti tanduk. Pada ujung itu, disempalkan butiran 1-2 nanometer obat kanker bernama cisplatin. Mirip memasukan obat ke dalam kapsul.

Setelah disuntikkan ke tubuh pasien, nanohorn mengalir dalam darah, tidak menyebar ke seluruh tubuh tetapi hanya terakumulasi di dalam sel-sel kanker. Sebab, sifat sel kanker lebih mudah menyerap benda-benda berukuran 100 nanometer dibandingkan sel tubuh lainnya. Setelah berkumpul di dalam sel kanker, obat dalam kapsul nanohorn itu perlahan lepas untuk mematikan sel kanker. Sistem penghantar obat itu lebih efektif untuk pemusnahan kanker dan tumor serta tanpa efek samping.
(more…)

Feb 11

Dikatakan kurma ajwa (yaitu kurma yang ditanam langsung oleh rasulullah saw di madinah), jadi bukan kurma yang biasa. Kurma ini bentuknya tidak lebih besar dari kurma yang lainnya, biasanya hanya setengah ibu jari kita, warnanya lebih hitam dari kurma yang lain, ada juga yang menyebutnya kurma Nabi, karena memang ditanam langsung oleh Rasulullah.

Barang siapa yang makan pagi dengan tujuh butir kurma Ajwa, maka tak akan mencelakainya racun dan sihir dihari itu”. (Riwayat Shahih Al-Bukhari) (more…)

Jan 06

Trend gaya hidup sehat dengan pola makan tinggi serat semakin membudaya di masyarakat kita. Karenanya rumput laut sebagai “ratu serat” juga semakin menanjak popularitasnya. Tak Cuma itu, khasiatnya yang beragam semakin menambah daya tarik tanaman dari dasar samudera ini.

SEKILAS TENTANG RUMPUT LAUT
Sebagai bahan pangan, rumput laut telah dimanfaatkan bangsa Jepang dan Cina semenjak ribuan tahun yang lalu.
Sebenarnya apa rumput laut itu?.
Rumput laut merupakan tumbuhan laut jenis alga, masyarakat Eropa mengenalnya dengan sebutan seaweed. Tanaman ini adalah gangang multiseluler golongan divisi thallophyta. Berbeda dengan tanaman sempurna pada umumnya, rumput laut tidak memiliki akar, batang dan daun. Jika kita amati jenis rumput laut sangat beragam, mulai dari yang berbentuk bulat, pipih, tabung atau seperti ranting dahan bercabang-cabang. Rumput laut biasanya hidup di dasar samudera yang dapat tertembus cahaya matahari. Seperti layaknya tanaman darat pada umumnya, rumput laut juga memiliki klorofil atau pigmen warna yang lain. Warna inilah yang menggolongkan jenis rumput laut. Secara umum, rumput laut yang dapat dimakan adalah jenis ganggang biru (cyanophyceae), ganggang hijau (chlorophyceae), ganggang merah (rodophyceae) atau ganggang coklat (phaeophyceae).

HASIL OLAH RUMPUT LAUT
Beragam hasil olah rumput laut dapat dijumpai di pasaran, mulai dari yang kering, bubuk maupun yang segar.

Berikut beberapa diantaranya:

  • Nori: Nori dibuat dari rumput laut yang dihaluskan. bubur rumput laut ini kemudian dihamparkan dengan ketebalan yang sangat tipis. Proses selanjutnya dikeringkan sehingga bentuknya lembaran menyerupai kertas. Nori banyak digunakan pada masakan Jepang, mulai dari pembungkus sushi, udang gulung atau rollade goreng. Pilih nori yang lentur, kering dan warnanya hitam mengkilat. (more…)

Nov 28

Diare termasuk dalam penyakit “langganan” anak-anak. Hampir setiap anak pernah mengalaminya, namun tidak sedikit yang meremehkan penyakit ini. Padahal, kenyataannya diare itu bisa mematikan.Data dari Departemen Kesehatan Indonesia menunjukkan, dari 1.000 bayi yang lahir, 50 di antaranya meninggal karena diare. Penyakit ini telah menjadi penyebab kematian balita teratas setelah Infeksi Saluran Pernapasan Akut. (more…)

Nov 28

Sumber : kompas.com

Apa reaksi umum orangtua jika melihat anaknya bermain pasir atau lumpur hingga mengotori wajah, tangan, pakaian, atau bahkan seluruh tubuhnya? Panik, marah, atau cenderung membiarkan saja?

Menurut para peneliti, biarkan saja anak bermain kotor-kotoran. Bahkan, anak-anak sesekali harus kotor karena jika terlalu bersih, kemampuan kulit anak untuk menyembuhkan diri sendiri justru terganggu atau malah rusak. (more…)

Nov 20

Sumber: infobunda.com

Musim hujan kerap dikaitkan dengan musim berjangkitnya beragam penyakit. Perubahan nyata musim hujan adalah terjadinya perubahan cuaca yang drastis, kelembaban relatif tinggi, angin bertiup kencang dengan arah yang berubah-ubah, fluktuasi suhu dan kelembaban yang tajam, serta adanya perbedaan suhu yang menyolok antara siang dan malam, sehingga memaksa tubuh beradaptasi ekstra keras. (more…)

Feb 17

sumber: republika

Kenalilah obat dan makanan yang kita asup.

Sakit kepala Anita menjadi-jadi. Namun, ia memaksakan diri menunggu perhentian bus. Padahal dalam tasnya selalu tersedia obat-obatan. ”Tapi, saya lupa bawa air putih. Yang ada cuma sebotol minuman berenergi,” ungkapnya tentang pengalaman perjalanan pulang kampungnya setahun lalu.

Waktu itu ia tak mau ambil risiko menenggak obat dengan minuman bekalnya. Ia khawatir terjadi reaksi yang bisa membahayakan tubuhnya.
Bentrok antara makanan dan obat kita asup? Bisa saja.
(more…)

Feb 17

sumber: republika

Perubahan genetik akibat polusi udara yang mengakibatkan penyakit asma bisa terjadi sejak bayi dalam kandungan.

Ada banyak pesan kehati-hatian untuk para ibu yang sedang mengandung. Satu diantaranya adalah agar menghindari udara yang penuh dengan polusi agar sang jabang bayi terhindari dari penyakit asma. Sebuah hasil penelitian terbaru mengungkapkan, anak-anak yang lahir di kawasan lalu lintas padat beresiko besar untuk mengidap penyakit asma. Mereka mengalami perubahan genetik akibat polusi, yang telah terjadi sejak ia masih dalam kandungan.

Dalam sebuah penelitian terhadap sampel darah yang diambil dari anak-anak New York, para ahli menemukan perubahan pada sebuah gen yang dinamakan ACSL3. Perubahan ini terkait dengan paparan prakelahiran terhadap polutan kimia yang disebut polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). Zat ini merupakan produk sampingan dari proses pembakaran bahan bakar fosil yang tak sempurna, dan terkonsentrasi tinggi di kawasan lalu lintas padat.
(more…)