Archive for the ‘Ibu & Anak’ Category

Jun 08

Yoghurt yang merupakan produk fermentasi susu atau kedelai tak hanya baik bagi sistem pencernaan, tetapi juga untuk kesehatan gigi. Konsumsi yoghurt secara teratur dapat memangkas risiko kerusakan gigi pada anak.

Mengonsumsi yoghurt setidaknya empat kali dalam seminggu dapat mengurangi 22 persen risiko anak mengalami kerusakan gigi pada saat berusia 3 tahun, dibandingkan dengan anak yang hanya konsumsi yoghurt kurang dari seminggu sekali.

Temuan yang telah dipublikasikan dalam Journal of Dentistry ini, berasal dari studi Jepang yang sedang menyelidiki klaim sebelumnya yang menyatakan bahwa produk susu umumnya menangkal kerusakan gigi pada anak. (more…)

May 10

Mengajarkan renang sudah bisa dimulai sebelum usia satu tahun. Intinya adalah membuat bayi nyaman berada di air.

Bermain air bisa membuat bayi gembira. Amati saja saat ia dimandikan dengan cara yang tepat, ia tampak begitu nyaman. Bukankah selama dalam rahim, ia pun sudah akrab dengan air. Sementara di hari-hari berikutnya, secara rutin ia akan dimandikan. Oleh karena itu, sangat mendukung apabila berenang mulai diajarkan di usia bayi, karena melatihnya justru
akan lebih mudah.

MANFAAT RENANG

  • Menghilangkan rasa takut pada air
    Banyak anak tak mau belajar renang karena takut air. Jika aktivitas renang dikenalkan sejak bayi, hal itu tak akan terjadi.
  • Sarana bermain
    Bermain tak harus selalu di kamar atau di taman. Kolam renang bisa juga menjadi sarana bermain yang menyenangkan.
  • Menyehatkan badan dan merangsang gerakan motorik
    Dengan bermain air, otot-otot bayi berkembang, persendiannya tumbuh secara optimal, pertumbuhan badannya meningkat, dan tubuh pun jadi lentur. Dengan kata lain, semua komponen tubuhnya akan terlatih melalui renang karena seluruh anggota tubuh mulai dari kaki, tangan, hingga kepala digerakkan walaupun belum dengan teknik yang sempurna. Bayi jadi terlatih dan daya tahan tubuhnya pun lebih terjaga.
  • Mengasah kemandirian, keberanian, dan percaya diri
    Berenang mendorong bayi tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Hal ini tercermin saat bayi tak lagi takut menjelajah bersama orang tua di kolam yang besar.
  • Kemampuan sosial
    Berenang bersama-sama di kolam akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan meningkatkan kemampuannya beradaptasi dan bersosialisasi dengan orang lain.

LANGKAH BELAJAR RENANG

UNTUK mulai mengajari bayi berenang, bayi mesti melalui tahap pengenalan air.  (more…)

Apr 17
Bila ingin anak Anda jadi bintang kelas, jangan batasi wawasan belajarnya hanya sebatas dinding ruang kelasnya. Walaupun keterampilan belajarnya merupakan hal yang penting bagi pertumbuhan intelektual dan sosialnya, anak Anda memerlukan bantuan Anda untuk melihat dunia. Biasakan membaca Isi dunia anak Anda dengan membaca. Anda dapat menetapkan waktu membaca keluarga, atau membaca secara bergantian antara anak dan Anda. Sangat penting untuk memperlihatkan kepada anak bahwa selain tugas sekolah ada hal-hal lain yang perlu diketahuinya. Perlihatkan kepadanya betapa pentingnya membaca bagi Anda. Cara mudah, penuhi rumah Anda dengan novel, koran, poster. Anda dapat meletakan tatakan piring makan anggota keluarga dengan tatakan yang berisi kata-kata.

Bebas berpendapat
Dukung anak Anda untuk dapat mengungkapkan pendapatnya, bicarakan mengenai perasaannya dan beri kesempatan kepadanya untuk memilih makanan penutup dan biarkan memilih kegiatan yang diminatinya di luar sekolah. Minta pendapatnya mengenai keputusan keluarga dan perlihatkan kepadanya bahwa Anda menghargainya. Salah satu hal yang penting di sekolah adalah dengan ikut berpartisipasi pada kegiatan yang diadakan kelas atau sekolah. Di rumah berikan kesempatan kepadanya untuk mengungkapkan perasaannya atas apa yang dirasakannya tadi di sekolah. Cara ini merupakan cara yang baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri.

Selalu antusias

Perlihatkan antusiasme Anda terhadap minat anak Anda dan berikan dukungan kepadanya dalam mengembangkan topik yang disukainya. Bila dia senang dengan kuda, pilih cerita yang berhubungan dengan kuda, atau minta dia untuk mencari lima hal tentang kuda di ensiklopedi. Sediakan permainan Sediakan permainan dengan berbagai macam gaya belajar, mulai dari belajar mendengar dan melihat sampai dengan belajar memilih dan merangkai. Kembangkan satu permainan, misalnya permainan blok. Dukung anak Anda untuk mengembangkan kreativitasnya serta keterampilan dalam memecahkan
masalah. Anak Anda memerlukan banyak sekali waktu bermain yang tidak terlalu terjadwal. Oleh karena itu Anda perlu menyadari kegiatan yang terlalu padat dapat membuat anak Anda stress dan mengganggu perkembangan minatnya untuk belajar.

(more…)

Feb 25

Haemophilus influenza grup B merupakan penyebab terbanyak meningitis karena bakterial pada balita (bawah lima tahun). Meningitis adalah radang pada selaput otak. Komplikasi dari meningitis dapat berupa gangguan syaraf permanen (10-30%), seperti gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, bahkan paralisis. Selain itu, tak jarang meningitis berakhir dengan kematian. Sebelum ada program vaksinasi HiB, diperkirakan 1 dari 200 anak usia kurang dari 5 tahun terkena infeksi HiB invasif, dan manifestasi tersering dari infeksi invasif HiB adalah meningitis. Karena itu, imunisasi HiB pada balita itu penting. (more…)

Feb 25

Haemophilus Influenza tipe b merupakan kuman penyebab meningitis dan berbagai infeksi serius yang mengancam jiwa, seperti pneumonia ( radang paru), epiglotitis ( radang epiglottis ), sepsis pada bayi dan anak. Karena itu ikatan dokter anak Indonesia menganjurkan imunisasi ini. Lihat jadwal imunisasi. Imunisasi Hib diberikan dengan jadwal tiga dosis pada bayi, kecuali vaksin Hib jenis PRP-OMP cukup 2 dosis. Jangan lupa untuk melakukan penyuntikan booster 1 kali lagi pada usia 12 – 18 bulan. Ada beberapa jenis vaksin Hib  berdasarkan jenis protein pembawanya. Jenis ini tidak usah dipersoalkan hanya mempengaruhi frekwensi pemberian saja. (more…)

Feb 03

Karies gigi adalah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi. Penyakit ini menyebabkan gigi berlubang dan jika tidak ditangani secara serius dapat menyebabkan nyeri, penanggalan gigi, infeksi, berbagai kasus berbahaya dan bahkan kematian.

Dari hasil penelitian yang dilakukan Prof. DR. Budiharto, drg, SKM, dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia mengenai faktor resiko yang berpengaruh terhadap karies gigi pada anak terungkap bahwa masa pemberian ASI pada bayi menjadi salah satu faktor resiko penyebab karies gigi. Makin sebentar ibu memberi ASI makin besar resiko terkena karies gigi, katanya.

Penggantian dari ASI menjadi susu formula juga turut berkontribusi menyebabkan karies karena dalam susu formula mengandung kadar gula yang lebih banyak.
(more…)

Feb 03

Pusat perbelanjaan dan tempat pertokoan identik dengan keramaian. Padatnya pengunjung terkadang mengurangi kenyamanan berbelanja. Belum lagi kalau kita membawa adik. Bukan malah menemani, dia bisa jadi merepotkan. Seharusnya, ada satu orang khusus yang mendampingi dan merawat.

Fungsi itulah yang digantikan robot Babysitter buatan Tmsuk, perusahaan robot asal Jepang. Robot tersebut telah diaplikasikan di salah satu pertokoan di Fukuoka, Jepang. Bentuk fisiknya yang lucu sangat menarik perhatian anak-anak. Robot pengasuh anak itu memiliki postur setinggi 1,4 meter.

Seperti namanya, Babysitter, kerja robot tersebut tentu melayani anak-anak saat di pusat pertokoan. Dia mampu berinteraksi dan mengenali apa yang diinginkan anak-anak. Caranya sangatlah mudah. Sang anak harus mengenakan emblem khusus pada bajunya.

Hal itu dilakukan agar robot bisa membaca nama dan usia anak yang terisi pada emblem. Karena sudah kenal, nanti robot dapat menjawab pertanyaan ataupun komentar sang anak. Selain kemampuan berkomunikasi, kelebihan visualisasi juga diberikan. (more…)

Jan 06

Setiap anak memiliki berbagai cara untuk menjadi pintar. Anak-anak akan belajar secara alami. Anda, sebagai orang tua, merupakan guru bagi mereka.
Anda merupakan guru yang pertama dan terpenting bagi anak-anak anda.

Berikut ini beberapa cara terbaik untuk mengajar anak anda dapat berbicara :

  1. Memperkenalkan Nama Benda
    Perkenalkan segala sesuatu di sekitar kita kepada bayi. Ini bisa dimulai dengan yang sederhana, seperti wajah kita. Yuk, ajak tangan bayi menjelajahi wajah kita. Sambil menyentuh setiap bagiannya, sebutkan mana mata, hidung, mulut, telinga, dan lain-lain. Lalu, lanjutkan dengan anggota tubuh yang lain.

    Lebih jauh lagi, perkenalkan bayi pada nama-nama benda di sekitarnya, seperti bola, meja, kursi, kotak, dan lain-lain.

    Perkenalkan pula si kecil pada pohon, mobil, kucing, anjing dan aneka objek di luar rumah.

  2. Memperkenalkan Kata yang Benar
    Hindari penggunaan kata-kata yang dipermudah atau dicadel-cadelkan, seperti ”mamam” untuk makan, ”mimik” untuk minum, atau lainnya. Gunakan (more…)