Archive for the ‘Ibu & Anak’ Category

Jul 18

Psikolog Lampung, Khairul Huda, menyatakan orang tua perlu berlaku konstruktif yang positif dalam menumbuhkan pola pikir dan mental anaknya sejak dini sehingga berguna bagi masa depan mereka.

“Apa yang sering didengar anak, lama kelamaan akan dipercaya sebagai sugesti. Karena itu orang tua perlu berlaku dan bersikap bijak serta jangan ragu menghargai eksistensi buah hatinya tersebut,” kata Huda, Senin (18/7).

Menurut Huda, setiap anak bisa tumbuh pintar dan mempunyai kepercayaan diri jika orang tua bisa berlaku demikian. Dan setiap orang tua boleh memarahi anaknya jika salah, namun usahakan kalimat yang disampaikan ialah yang membangun. Bukan yang negatif atau kasar sehubungan bisa mengganggu mentalitas anak.

“Semisal orang tua menghendaki anak laki-lakinya untuk tegas, maka, kalimat yang harus dilontarkan ialah anak laki-laki harus tegas. Bukan anak laki-laki jangan klemar-klemer. Atau contoh lain, anak pintar seperti kamu seharusnya kreatif, bukan anak pintar seperti kamu jangan nakal,” jelas psikolog Life Identity Institute ini.

Intinya, lanjut Huda, kata-kata positif akan membangun mental dan pola pikir anak-anak ke depan. Anak-anak bisa nakal karena tidak ada penyaluran bagi kreativitasnya. Oleh sebab itu, beri mereka ruang atau waktu berekspresi sesuai perkembangan jiwanya yang tentunya bisa kita pantau.

“Tidak tepat jika kita melihat anak nakal berarti ia nakal, sisi lain kenapa anak bisa nakal harus diperhatikan,” pungkas alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu.

May 13

Untuk Harga dan Keterangan lebih lanjut kunjungi Tsabitha’s Book Store

JILID 1 AKU BISA MAKAN SENDIRI

  • Anak bisa makan sendiri.
  • Anak tahu tata cara makan.
  • Anak mengenal alat-alat makan dan cara pengunaannya.
  • Anak menghargai makanan.
  • Anak tidak membenci suatu jenis makanan.

JILID 2 AKU BISA MANDI SENDIRI

  • Anak menganggap mandi sebagai
  • kegiatan yang menyenangkan.
  • Anak bisa mandi sendiri.
  • Anak tahu tata cara mandi.
  • Anak mengenal alat-alat mandi dan cara pengunaannya.
  • Anak mau menggosok gigi.

JILID 3 AKU BISA PAKAI BAJU SENDIRI

  • Anak mau memakai pakaian sendiri.
  • Anak mengenal tata cara mengenakan pakaian.

JILID 4 AKU BISA TIDUR SENDIRI

  • Anak menganggap tidur sebagai kegiatan yang menyenangkan.
  • Anak mau tidur sendiri.
  • Anak tidak takut tidur di kamar yang gelap.
  • Anak mau bangun pagi.
  • Anak mau merapikan tempat tidur

JILID 5 AKU BISA MERAPIKAN MAINAN SENDIRI

  • Anak menghargai mainan yang mereka miliki.
  • Anak dapat merapikan mainan mereka.

JILID 6 AKU SUKA BUKU

  • Anak menyenangi buku.
  • Anak bisa menjaga buku agar tidak rusak.

JILID 7 AKU SELALU HATI-HATI

  • Anak mengenal benda-benda yang membahayakan mereka.
  • Anak bisa melindungi diri dari benda yang membahayakan mereka,   tanpa ditakut-takuti.

JILID 8 AKU BERANI KE DOKTER

  • Anak tidak takut pergi ke dokter.
  • Anak berani minum obat.

JILID 9 AKU SENANG KELILING KOTA

  • Anak dapat mengenal berbagai alat atau rambu-rambu
  • Anak dapat menyikapi dengan tepat ketika menemui alat atau rambu-rambu lalu lintas tersebut.

HALO BALITA [VALUE]

Jilid-jilid pada kelompok value ini, berisi cerita-cerita yang mendorong anak untuk menginternalisasi nilai moral, seperti menghormati orangtua, menyayangi sesama, sikap sabar, sopan santun, dan lain-lain.

JILID 10 AKU SUKA MENABUNG

  • Anak mulai membiasakan diri menabung.
  • Anak tahu manfaat menabung.

JILID 11 AKU ANAK JUJUR

  • Anak tidak berkata bohong.
  • Anak belajar bertanggung jawab terhadap apa yang mereka lakukan.

JILID 12 AKU ANAK PEMBERANI

  • Anak berani melakukan hal yang baik.
  • Anak malu melakukan sesuatu yang tidak baik.

JILID 13 AKU BELAJAR MEMBUANG SAMPAH

  • Anak menyadari pentingnya kebersihan.
  • Anak mengetahui akibat buruk tidak menjaga kebersihan.
  • Anak tahu cara membuang sampah.

JILID 14 AKU SAYANG TEMAN

  • Anak senang berbagi
  • Anak memahami apa manfaatnya berbagi
  • Anak mengetahui akibat tidak berbagi

JILID 15 AKU SAYANG BIBI

  • Anak menghormati orang-orang yang secara sosial sering dianggap rendah.

JILID 16 AKU ANAK SANTUN

  • Anak menghormati orang-orang yang secara sosial sering dianggap rendah.

JILID 17 AKU SAYANG KELUARGAKU

  • Anak menyayangi adik, kakak, ibu, bapak, kakek, nenek, dan anggota keluarga lainnya.
  • Anak mengenal silsilah keluarga mereka.

JILID 18 AKU ANAK SABAR

  • Melatih anak untuk sabar ketika menginginkan sesuatu
  • Melatih anak untuk sabar ketika mendapatkan kesulitan/hambatan sehingga tidak cepat marah atau sedih.

JILID 19 AKU SUKA BERTERIMA KASIH

  • Anak berterima kasih ketika mendapatkan sesuatu.
  • Anak menggunakan segala sesuatu dengan tepat.

JILID 20 AKU SAYANG MIO

  • Anak dapat menyayangi binatang
  • Anak dapat menyayangi tumbuhan
  • Anak mengetahui manfaat nyata dari menyayangi binatang dan tumbuhan.
  • Anak mengetahui akibat nyata tidak menyayangi binatang dan tumbuhan.

HALO BALITA [SPIRITUAL]

Jilid-jilid yang dikelompokan ke dalam kelompok Spiritual ini, berisi cerita-cerita yang membantu anak mengenal nilai-nilai dasar agama serta praktik-praktik ibadah.

JILID 21 AKU SAYANG ALLAH

  • Anak merasa bahwa Allah adalah pencipta dirinya serta alam semesta.
  • Anak menyadari bahwa Allah ada dalam kehidupan sehari-hari.

JILID 22 AKU SAYANG RASULULLAH

  • Anak merasa bahwa sosok Rasul adalah panutannya.
  • Anak menerapkan sikap Rasul dalam kehidupan sehari-hari.

JILID 23 AKU BISA WUDHU DAN SHOLAT

  • Anak senang melakukan shalat dan wudhu.
  • Anak tahu praktik dasar shalat dan wudhu.

JILID 24 AKU BELAJAR PUASA

  • Anak mau belajar puasa.
  • Anak senang melakukan puasa.
  • Anak memahami arti sederhana dari puasa.

JILID 25 AKU CANTIK PAKAI JILBAB

  • Anak merasa senang memakai jilbab
  • Anak mengetahui manfaat nyata memakai jilbab

JILID 26 PANDUAN UNTUK AYAH DAN IBU

  • Membantu memberikan landasan berpikir bagi orang tua agar dapat memahami balitanya
  • Agar lebih efektif mendampingi si kecil dalam memanfaatkan  buku ini.

Untuk Harga dan Keterangan lebih lanjut kunjungi Tsabitha’s Book Store

Apr 08

Anak yang terkena penyakit cacar air pasti merasa tersiksa karena seluruh tubuh terasa gatal dan biasanya dilarang bermain dengan teman-temannya. Lalu bagaimana menangani anak yang terkena cacar air agar tidak menulari yang lain?

Penyakit cacar air adalah salah satu penyakit yang disebabkan virus Varicella zoster. Biasanya anak yang terkena cacar air harus beristirahat total setidaknya 7 sampai 10 hari. Jika sedang sakit cacar air tubuh akan merasa panas dan diikuti oleh hidung yang ingusan.

Anak yang mengalami cacar air biasanya terdapat ruam yang dimulai dengan titik merah lalu menjadi seperti bisul dan bintik merah ini akan bertambah banyak pada hari berikutnya. Bintik-bintik merah ini bisa saja berada di bagian mulut sehingga membuat nafsu makan berkurang, menyebabkan gatal yang membuat penderita ingin  menggaruknya serta seringkali diikuti dengan badan meriang dan sakit kepala. (more…)

Mar 31

REPUBLIKA.CO.ID,
JAKARTA–Anak usia di bawah lima tahun (balita) sebaiknya tak buru-buru diajarkan baca tulis dan hitung (calistung). Jika dipaksa calistung si anak akan terkena ‘Mental Hectic’.

”Penyakit itu akan merasuki anak tersebut di saat kelas 2 atau 3 Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu jangan bangga bagi Anda atau siapa saja yang memiliki anak usia dua atau tiga tahun sudah bisa membaca dan menulis,” ujar Sudjarwo, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ditjen PNFI Kemendiknas, Sabtu (17/7).

Oleh karena itu, kata Sudjarwo, pengajaran PAUD akan dikembalikan pada ‘qitah’-nya. Kemendiknas mendorong orang tua untuk menjadi konsumen cerdas, terutama dengan memilih sekolah PAUD yang tidak mengajarkan calistung.

Saat ini banyak orang tua yang terjebak saat memilih sekolah PAUD. Orangtua menganggap sekolah PAUD yang biayanya mahal, fasilitas mewah, dan mengajarkan calistung merupakan sekolah yang baik. ”Padahal tidak begitu, apalagi orang tua memilih sekolah PAUD yang bisa mengajarkan calistung, itu keliru,”  jelas Sudjarwo.

Sekolah PAUD yang bagus justru sekolah yang memberikan kesempatan pada anak untuk bermain, tanpa membebaninya dengan beban akademik, termasuk calistung.  Dampak memberikan pelajaran calistung pada anak PAUD, menurut Sudjarwo, akan berbahaya bagi anak itu sendiri. ”Bahaya untuk konsumen pendidikan, yaitu anak, terutama dari sisi mental,” cetusnya.  (more…)

Oct 29

 Tidak ada guna bagi orang tua menyertakan anaknya dalam pelatihan aktivasi otak tengah yang diklaim bisa mencerdaskan seorang anak dalam waktu singkat. Untuk membuat anak menjadi pintar, orang tua harus menekankan buah hatinya agar rajin belajar sambil membangkitkan minat dan bakat.

“Saya melihat pelatihan aktivasi otak tengah itu tidak bermanfaat karena tidak mungkin seorang anak jadi pintar dalam dua hari,” ujar Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, Sarlito Wirawan Sarwono, Jumat (29/10/2010) di Jakarta.

Pria yang akrab disapa Mas Ito ini ragu dalam 48 jam kecerdasan anak bisa meningkat dengan cepat. “Untuk orang tua yang berpunya, uang sebesar Rp 3,5 juta itu tak seberapa. Tapi, kasihan pada sang anak kalau gagal memenuhi harapan ayah dan ibunya, menjadi orang pandai seperti Einstein,” tutur pakar Psikologi Sosial itu.

Mas Ito juga memastikan di dalam psikologi tidak dikenal istilah aktivasi otak tengah atau mid-brain. Ia mengkhawatirkan anak bisa menjadi takut kalau dipaksa oleh orangtuanya ikut kegiatan yang mengklaim otak tengah anak masih dapat diaktifkan. (more…)

Jun 08

Yoghurt yang merupakan produk fermentasi susu atau kedelai tak hanya baik bagi sistem pencernaan, tetapi juga untuk kesehatan gigi. Konsumsi yoghurt secara teratur dapat memangkas risiko kerusakan gigi pada anak.

Mengonsumsi yoghurt setidaknya empat kali dalam seminggu dapat mengurangi 22 persen risiko anak mengalami kerusakan gigi pada saat berusia 3 tahun, dibandingkan dengan anak yang hanya konsumsi yoghurt kurang dari seminggu sekali.

Temuan yang telah dipublikasikan dalam Journal of Dentistry ini, berasal dari studi Jepang yang sedang menyelidiki klaim sebelumnya yang menyatakan bahwa produk susu umumnya menangkal kerusakan gigi pada anak. (more…)

May 10

Mengajarkan renang sudah bisa dimulai sebelum usia satu tahun. Intinya adalah membuat bayi nyaman berada di air.

Bermain air bisa membuat bayi gembira. Amati saja saat ia dimandikan dengan cara yang tepat, ia tampak begitu nyaman. Bukankah selama dalam rahim, ia pun sudah akrab dengan air. Sementara di hari-hari berikutnya, secara rutin ia akan dimandikan. Oleh karena itu, sangat mendukung apabila berenang mulai diajarkan di usia bayi, karena melatihnya justru
akan lebih mudah.

MANFAAT RENANG

  • Menghilangkan rasa takut pada air
    Banyak anak tak mau belajar renang karena takut air. Jika aktivitas renang dikenalkan sejak bayi, hal itu tak akan terjadi.
  • Sarana bermain
    Bermain tak harus selalu di kamar atau di taman. Kolam renang bisa juga menjadi sarana bermain yang menyenangkan.
  • Menyehatkan badan dan merangsang gerakan motorik
    Dengan bermain air, otot-otot bayi berkembang, persendiannya tumbuh secara optimal, pertumbuhan badannya meningkat, dan tubuh pun jadi lentur. Dengan kata lain, semua komponen tubuhnya akan terlatih melalui renang karena seluruh anggota tubuh mulai dari kaki, tangan, hingga kepala digerakkan walaupun belum dengan teknik yang sempurna. Bayi jadi terlatih dan daya tahan tubuhnya pun lebih terjaga.
  • Mengasah kemandirian, keberanian, dan percaya diri
    Berenang mendorong bayi tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Hal ini tercermin saat bayi tak lagi takut menjelajah bersama orang tua di kolam yang besar.
  • Kemampuan sosial
    Berenang bersama-sama di kolam akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan meningkatkan kemampuannya beradaptasi dan bersosialisasi dengan orang lain.

LANGKAH BELAJAR RENANG

UNTUK mulai mengajari bayi berenang, bayi mesti melalui tahap pengenalan air.  (more…)

Apr 17
Bila ingin anak Anda jadi bintang kelas, jangan batasi wawasan belajarnya hanya sebatas dinding ruang kelasnya. Walaupun keterampilan belajarnya merupakan hal yang penting bagi pertumbuhan intelektual dan sosialnya, anak Anda memerlukan bantuan Anda untuk melihat dunia. Biasakan membaca Isi dunia anak Anda dengan membaca. Anda dapat menetapkan waktu membaca keluarga, atau membaca secara bergantian antara anak dan Anda. Sangat penting untuk memperlihatkan kepada anak bahwa selain tugas sekolah ada hal-hal lain yang perlu diketahuinya. Perlihatkan kepadanya betapa pentingnya membaca bagi Anda. Cara mudah, penuhi rumah Anda dengan novel, koran, poster. Anda dapat meletakan tatakan piring makan anggota keluarga dengan tatakan yang berisi kata-kata.

Bebas berpendapat
Dukung anak Anda untuk dapat mengungkapkan pendapatnya, bicarakan mengenai perasaannya dan beri kesempatan kepadanya untuk memilih makanan penutup dan biarkan memilih kegiatan yang diminatinya di luar sekolah. Minta pendapatnya mengenai keputusan keluarga dan perlihatkan kepadanya bahwa Anda menghargainya. Salah satu hal yang penting di sekolah adalah dengan ikut berpartisipasi pada kegiatan yang diadakan kelas atau sekolah. Di rumah berikan kesempatan kepadanya untuk mengungkapkan perasaannya atas apa yang dirasakannya tadi di sekolah. Cara ini merupakan cara yang baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri.

Selalu antusias

Perlihatkan antusiasme Anda terhadap minat anak Anda dan berikan dukungan kepadanya dalam mengembangkan topik yang disukainya. Bila dia senang dengan kuda, pilih cerita yang berhubungan dengan kuda, atau minta dia untuk mencari lima hal tentang kuda di ensiklopedi. Sediakan permainan Sediakan permainan dengan berbagai macam gaya belajar, mulai dari belajar mendengar dan melihat sampai dengan belajar memilih dan merangkai. Kembangkan satu permainan, misalnya permainan blok. Dukung anak Anda untuk mengembangkan kreativitasnya serta keterampilan dalam memecahkan
masalah. Anak Anda memerlukan banyak sekali waktu bermain yang tidak terlalu terjadwal. Oleh karena itu Anda perlu menyadari kegiatan yang terlalu padat dapat membuat anak Anda stress dan mengganggu perkembangan minatnya untuk belajar.

(more…)