Archive for the ‘Artikel’ Category

Jan 18

Banyak orang yang bertanya-tanya.. “Saya termasuk orang yang sering pakai Otak Kiri atau Otak Kanan ? ”

Otak kanan banyak berhubungan dengan inovasi, kreativitas, naluri, intuisi, daya cipta, kejujuran, keuletan, tanggungjawab, kesungguhan, spirit, kedisiplinan, etika, empati dan lain-lain.

Otak kiri yang selalu berhubungan dengan angka-angka, bahasa, analisa, logika, intelektual, ilmu pengetahuan. Adapun otak kanan bertanggungjawab dalam hal imajinasi, kreativitas, seni, music, inovasi, daya cipta, intuisi, otak bawah sadar, keikhlasan, kebahagiaan, spirit, keuletan, kejujuran, keindahan dan lain-lain.

Feb 07

Niatnya sehat malah jadi celaka, begitulah jika kita berolahraga tanpa mengukur kemampuan diri. Olahraga yang berlebihan merupakan keadaan yang bisa mencetuskan serangan jantung atau pecahnya pembuluh darah di otak (stroke).

Itu sebabnya kita perlu mengenali kemampuan tubuh sendiri. Selain melakukan check up, menurut dr Michael Triangto, SpKO, kita bisa melakukan kekuatan jantung secara mandiri dengan menghitung denyut nadi saat kita sedang duduk santai.

“Denyut nadi merepresentasikan denyut jantung. Kita bisa menghitungnya di nadi pergelangan tangan atau di leher,” kata dr Micheal dari klinik Slim and Health di kawasan Taman Anggrek, Jakarta, ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (5/2/2011).

Ia menyebutkan, denyutan 60-90 kali per menit tergolong kategori normal. “Jika denyutnya lebih tinggi dari itu, harus berhati-hati karena itu berarti beban jantungnya cukup berat. Ini bisa berbahaya dan harus ditindaklanjuti dengan (more…)

Dec 01

1. Pengertian Kecerdasan EmosiKecerdasan emosi atau dikenal dengan istilah Emotional Intelligence (EI) adalah kemampuan untuk mengerti dan mengendalikan emosi. Termasuk di dalamnya kemampuan untuk membina hubungan dengan orang lain di sekitarnya. EI ini tidak saling bertabrakan dengan IQ karena memang punya wilayah ‘kekuasaan’ yang berbeda. IQ umumnya berhubungan dengan kemampuan berpikir kritis dan analitis, dan diasosiasikan dengan otak kiri. Sementara, EI lebih banyak berhubungan dengan perasaan dan emosi (otak kanan). Kalau ingin mendapatkan tingkah laku yang cerdas maka kemampuan emosi juga harus diasah. Karena untuk dapat berhubungan dengan orang lain secara baik kita memerlukan kemampuan untuk mengerti dan mengendalikan emosi diri dan orang lain secara baik. Di sinilah fungsi dari kecerdasan emosi.
EI bukan merupakan bakat, tapi aspek emosi di dalam diri kita yang bisa dikembangkan dan dilatih. Jadi setiap orang sudah dianugerahi oleh Tuhan kecerdasan emosi. Tinggal sejauh mana pengembangannya, itu tergantung kemauan kita sendiri. Satu yang pasti, EI kita akan terbentuk dengan baik apabila dilatih dan dikembangkan secara intensif dengan cara, metode dan waktu yang tepat.
Ada lima wilayah utama dalam EI, yakni : (more…)

Nov 24

Terinspirasi dari buku Sakinah Bersamamu karya mbak Asma Nadia, yang membahas tentang sifat jujur :) Disana diceritakan seorang ibu yang menyuruh anaknya berbohong kepada tukang kredit karena dia sedang tidak mempunyai uang untuk membayar cicilan kreditannya.

Berbicara tentang jujur, memang sebuah keadaan yang mudah diucapkan tetapi sulit untuk diterapkan. Kadang-kadang, ada kebohongan kecil yang terselip dalam pembicaraan yang terkadang tidak semua orang meyadarinya. Bahkan ada yang menghalalkan kebohongan dengan alasan bohong untuk kebaikan.. Hmm, tetep aja yang namanya bohong yah bohong kan? (more…)