Archive for the ‘Artikel Bayi’ Category

Oct 18

sumber :Dedeh Kurniasih. NAKITA

Melihat perut bayi yang buncit, kadang geli kadang ngeri. Dari mana kita tahu bahwa itu normal?

Selama ini ada tradisi turun-temurun yang dilakukan para orangtua untuk memakaikan gurita pada perut bayinya, terutama pada bayi baru lahir. Alasannya, otot perut bayi yang masih lemah harus disangga agar nantinya berbentuk bagus tak seperti perut katak. Apa iya perut bayi umumnya memang besar dan harus dipakaikan gurita agar bagus? Bagaimana pula membedakannya dengan perut buncit yang masuk kategori tidak normal?

DORONGAN ORGAN DALAM

Sejak janin, organ-organ tubuh terus berkembang sampai tiba saatnya dilahirkan, termasuk hati, limpa, usus, dan organ lainnya. Sementara ruang untuk tempat tumbuh organ-organ tersebut masih sangat terbatas. Tak heran kalau pada beberapa bayi sering terjadi tekanan yang sedemikian tinggi dalam rongga perutnya. Akibatnya, umbilikus-nya tidak menutup hingga pusarnya tampak bodong.
(more…)

Oct 16

sumber : tabloid-nakita.com

Sssst… ternyata penderita penyakit tifus tidak harus makan bubur.

Soal bubur baru merupakan salah satu rahasia dari penyakit tifus yang kerap diderita anak-anak. Mengapa bubur tak harus jadi menu utama? Dan apa “rahasia” lainnya, simak penuturan ini:
(more…)

Oct 13

sumber : parenting Indonesia 

Duh, rewelnya! Tapi benarkah si kecil cuma “masuk angin”? Hati-hati, lo.

Balurin aja sama bawang merah dan minyak kelapa. Paling cuma masuk angin, kok,” begitu biasanya komentar orang tua kita kalau bayi kita alias cucunya rewel terus.

Istilah “masuk angin” memang sudah sangat populer di kalangan orang kita. Kendati di kamus Bahasa Indonesia maupun kamus kedokteran tak ada tertulis istilah tersebut. “Biasanya yang dimaksud awam sebagai masuk angin adalah bila seorang anak berubah tingkah lakunya dalam hal kesehatan,” tutur DR. Sri Rezeki H. Hadinegoro, Dr., Sp. A (K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo.

Misalnya, bayi yang biasanya anteng menjadi rewel sementara orang tua menilai si bayi sudah kenyang. “Kalau sudah begitu, ibunya bingung, kenapa ini bayi, kok, rewel terus. Oh, mungkin masuk angin.” Padahal kerewelan tersebut belum tentu lantaran penyakit. “Mungkin saja si bayi merasa gerah, kedinginan atau barangkali kelelahan karena baru dibawa pergi.”
(more…)

Oct 12

sumber: Majalah Lisa - Nomor 36/Tahun II/10 - 16 September 2001, halaman 33
tanggal entry data: Jum´at, 19 Maret 2004
 

Depresi pada ibu yang sedang mengandung disebabkan banyak hal. Pertama, adanya perubahan hormon yang menpengaruhi mood ibu secara keseluruhan sehingga si ibu sering merasa kesal, jenuh, atau sedih. Penyebab lainnya adalah, keadaan fisik yang berubah saat hamil. Menjelang usia kehamilan tertentu, ibu mengalami sulit tidur. Ini tentu menyebabkan si ibu keesokan harinya akan merasa amat letih, ada lingkaran hitan di mata, dan kulit muka menjadi kusam. Adanya masalah-masalah pada kandungan seperti kandungan lemah, sering muntah pada awal kandungan, adan masalah-masalah lain juga bisa menyebabkan depresi. Ibu akan terus-menerus mengkhawatirkan keadaan anak dan ini akan membuat dia merasa tertekan. Depresi dapat juga dialami stelah sang ibu melahirkan bayinya. Di Amerika Serikat, sekitar 30 persen dari ibu yang baru saja melahirkan diduga mengalami depresi pasca melahirkan.
(more…)

Sep 25

Sumber : sehatgroup 

Apakah kejang demam itu ?

Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada saat seorang bayi atau anak mengalami demam tanpa infeksi sistem saraf pusat (1,2). Hal ini dapat terjadi pada 2-5 % populasi anak. Umumnya kejang demam ini terjadi pada usia 6 bulan – 5 tahun dan jarang sekali terjadi untuk pertama kalinya pada usia < 6 bulan atau > 3 tahun.

(more…)

Sep 24

Sumber : kafka.web.id

Nafsu makan anak-anak berkurang disebabkan oleh beberapa hal:

  • Kurangnya variasi makanan yang diolah.

Hal ini bisa ditanggulangi dengan:

  1. Mencoba dengan bahan yang sama tetapi dengan resep yang berbeda, misalnya jagung selain dibuat sop, bisa juga dimasak untuk dadar jagung, atau makanan selingan seperti kue jagung, jenang jagung dan lain sebagainya.
  2. Menambah makanan selingan dengan bahan yang bergizi diantara makanan utama misalnya dari ketela pohon direbus kemudian dihaluskan,kemudian dikepal, di dalamnya diberi gula merah, dicelupkan dalam adukan 1 butir telor lalu digoreng, atau wortel (tambahkan daging bila ada) dicincang, tumis dengan bawang putih dan daun bawang, masukkan bihun yang sudah ditiriskan tambahkan kecap sedikit, gula dan garam secukupnya.
  3. Tetap diusahakan agar anak selalu makan (makanan utama) 3 kali sehari agar nutrisi yang masuk dalam tubuh anak terjaga, perlu diberitahukan pada pembantu rumah tangga yang menyuapi si anak agar sabar dan telaten.
  4. Menambah multivitamin yang sesuai dengan kondisi dan umur anak misalnya selain ASI ditambah dengan susu yang dibutuhkan tubuh si anak (bisa melalui konsultasi gizi dengan dokter si anak).

(more…)

Sep 24

sumber: kesehatanreproduksi.com

Anemia gizi besi di masyarakat atau dikenal dengan kurang darah merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia, yang dapat diderita oleh seluruh kelompok umur mulai bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, dewasa, dan lanjut usia.

Berbagai kajian ilmiah menunjukkan bahwa penderita gizi buruk juga menderita kekurangan zat besi yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. ”Anemia akibat kekurangan gizi dan vitamin serta mineral lainnya masih perlu perhatian,” kata dr Rachmi Untoro MPH, Direktur Gizi Masyarakat Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Depkes. Bahkan, dia menambahkan, hampir seluruh kelompok umur masih menderita anemia di Indonesia.

Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2001, prevalensi anemia pada balita 0-5 tahun sekitar 47%, anak usia sekolah dan remaja sekitar 26,5%, dan wanita usia subur (WUS) berkisar 40%. Sementara survei di DKI Jakarta 2004 menunjukkan angka prevalensi anemia pada balita sebesar 26,5% dan pada ibu hamil 43,5%.
(more…)

Sep 24

sumber: balita-anda

Infeksi cacing tidak selalu menimpa anak-anak. Siapa pun bisa terinfeksi bila pola hidupnya kurang higienis. Untuk mengusir cacing dari saluran pencernaan kita itu bisa digunakan bahan-bahan alami di sekitar kita. Di antaranya temu ireng (hitam) atau temu giring.

Anak berbadan kurus, muka pucat, dan perut buncit, sering langsung divonis cacingan. Kesimpulan macam itu ada benarnya, meski tak seluruhnya benar. Penampilan seperti itu memang merupakan sebagian manifestasi gejala cacingan, yang acap tidak begitu nyata. Tanda-tanda serangan cacing lainnya antara lain gangguan lambung dan usus, seperti mulas-mulas, kejang-kejang, dan diare berkala. Bila dilakukan pemeriksaan rektal, bisa ditemukan adanya gumpalan cacing.
(more…)