Jan 06

Setiap anak memiliki berbagai cara untuk menjadi pintar. Anak-anak akan belajar secara alami. Anda, sebagai orang tua, merupakan guru bagi mereka.
Anda merupakan guru yang pertama dan terpenting bagi anak-anak anda.

Berikut ini beberapa cara terbaik untuk mengajar anak anda dapat berbicara :

  1. Memperkenalkan Nama Benda
    Perkenalkan segala sesuatu di sekitar kita kepada bayi. Ini bisa dimulai dengan yang sederhana, seperti wajah kita. Yuk, ajak tangan bayi menjelajahi wajah kita. Sambil menyentuh setiap bagiannya, sebutkan mana mata, hidung, mulut, telinga, dan lain-lain. Lalu, lanjutkan dengan anggota tubuh yang lain.

    Lebih jauh lagi, perkenalkan bayi pada nama-nama benda di sekitarnya, seperti bola, meja, kursi, kotak, dan lain-lain.

    Perkenalkan pula si kecil pada pohon, mobil, kucing, anjing dan aneka objek di luar rumah.

  2. Memperkenalkan Kata yang Benar
    Hindari penggunaan kata-kata yang dipermudah atau dicadel-cadelkan, seperti ”mamam” untuk makan, ”mimik” untuk minum, atau lainnya. Gunakan kata-kata yang benar, karena ini membantu bayi memahami kata-kata dengan benar.
  3. Mengulangi Kata-Kata
    Agar bayi mampu mengingat lebih tajam segala sesuatu yang diperkenalkan kepadanya, sebaiknya kata-kata yang diperkenalkan selalu diulang-ulang. Misal, ”Pintar, makannya sudah habis. Haaabiiis.”
  4. Hati-hati Memperbaiki
    Kekeliruan berbahasa karena keterbatasan artikulasi pada bayi bisa diperbaiki secara hati-hati. Ungkapan ”bil!” untuk ”mobil” dapat langsung diperbaiki dengan mengatakan, ”Pintar ! Itu mobil.” Tak perlu mengulang-ulang kesalahan ucapan bayi. Sebetulnya, ia sudah mengetahui ucapan yang seharusnya keluar.
  5. Menyanyi
    Menyanyi adalah cara mudah untuk ”merekam” beragam kosa kata ke benak bayi. Kelak, begitu mendengar potongan melodi dan irama lagu tersebut, rekaman itu akan keluar dengan sendirinya dari mulut bayi.
  6. Memperkenalkan Warna
    Warna-warni bisa ditunjukkan sambil memperkenalkan benda dan segala sesuatu di sekitar bayi. Misal, ”Itu balon, Nak. Warnanya merah seperti bajumu.”
  7. Membaca Bersama
    Perkenalkan bayi pada buku bacaan bergambar yang memiliki kalimat berirama dan sederhana seperti pantun. Ajaklah ia bersama-sama mengucapkan kalimat dan tunjukkan gambar-gambarnya. Misal ”Gajah bermain bola.” Mintalah bayi menunjukkan mana gajah dan mana bola. Lakukanlah ini sesering mungkin. Lama-lama bayi akan akrab dengan kata-kata di buku tersebut dan tertarik untuk belajar lebih banyak lagi.
  8. Memacu Respons
    Banyak cara memancing bayi agar merespons atau menjawab pertanyaan kita. Misal, memberi berbagai pilihan dan meminta bayi memilih salah satu, ”Mau pakai baju merah atau kuning?”

    Atau, bisa juga meminta bayi menunjukkan atau mengambil benda yang kita tanyakan, ”Coba, yang mana boneka Lala ?”

  9. Hindari Pemaksaan
    Jika bayi tidak mau menjawab, bantulah dengan memberi pilihan. Misal, ”Ari, mau pilih bola atau boneka?” Kalau kata-katanya tetap tak keluar, komentari pilihannya, ”Oh, Ari pilih bola, ya?” Hindari pemaksaan bila bayi tetap tak mau bicara. Bersabar dan teruslah berlatih.
  10. Memperkenalkan Konsep
    Segala sesuatu di sekitar bayi merupakan hal baru baginya. Nah, kewajiban kitalah mengenalkannya kepada bayi melalui berbagai konsep, seperti konsep panas-dingin, naik-turun, masuk-keluar, kosong-penuh, berdiri-duduk, basah-kering serta besar-kecil. Pengenalan konsep dasar ini bisa dilakukan sesederhana mungkin. Dan, bisa didapat dari peristiwa sehari-hari di sekitar bayi. Misal, saat menggantikan popok, kita bisa memberitahukan padanya, ”Popokmu basah kena pipis. Nah, sekarang Mama ganti dengan popok yang kering.”
  11. Menyederhanakan
    Arahan yang rumit bisa membingungkan bayi. Jadi, sampaikanlah arahan verbal satu per satu. Misal, ”Tolong ambilkan bola.” Tunggu sampai bayi melakukannya, baru lanjutkan, ”Nah, sekarang berikan pada Mama.” Beri pujian bila tugas itu dilakukan dengan baik agar bayi tahu bahwa yang dilakukannya benar.
  12. Menjelaskan Sebab-Akibat
    Konsep sebab-akibat juga perlu diperkenalkan, mengingat bayi sedang giat mempelajari segala sesuatu. Kita bisa mulai dengan menjelaskan berbagai fungsi dan sebab-akibat bekerjanya benda di rumah. Misal, tombol lampu. ”Kalau tombol ini Mama tekan ke atas, lampu akan menyala dan ruangan jadi terang. Tetapi kalau ditekan ke bawah, lampu padam dan ruangan jadi gelap.”

    Tentu saja, tak cuma benda mati. Sebab-akibat pada perasaan orang juga bisa diperkenalkan. Contoh, ”Mama sedih kalau kamu nggak mau makan”. Ini akan mengasah kepekaan bayi.

  13. Perkenalkan Kata Ganti
    Walau bayi belum bisa menggunakan kata ganti, tak ada salahnya mulai memperkenalkannya. Beritahu pula konsep kepemilikan. Misal, ”Ini kue untuk Adek. Ini untuk kamu,” atau ”Ini punya Mama, yang itu punya kamu.
  14. Memperkenalkan Angka
    Ini bukan pelajaran berhitung, melainkan sekedar mengenal angka 1 (satu) dan lainnya sambil bermain. Misal, ”Adik boleh ambil satu kue. Saa-tuu…” (sambil memperlihatkan jari telunjuk kita menunjukkan angka ‘’satu”). Atau, ”Ambil mainan, yang baaa-nyaak.”Menghafal angka juga sudah bisa dilakukan. Misalnya, sambil naik tangga atau memasukkan mainan ke dalam boks, kita mulai menghitung, ”Satu, dua, tiga…”

Sumber http://vibizlife.com/health_details.php?pg=health&id=2139&sub=health&awal=340&page=35

Daftarkan email kamu untuk automatic update artikel terbaru :

  

Delivered by FeedBurner





Related Post :



  • Mengajar anak Dengan Metode Glenn Doman
  • Baby Walker Bikin Bayi Cepat Jalan?
  • Mengajar Bayi Berenang
  • Stimulasi Indra Peraba dan Pengecap untuk Kecerdasan Balita
  • Video ‘Jenius’ Hambat Perkembangan Otak Bayi
  • Pornografi dan Kekerasan Naruto: Favorit Bagi Anak-Anak
  • 5 “Rahasia” Tifus
  • Seribu Manfaat Air
  • Mengapa Bayi Anda Menangis?
  • Mengembangkan Kecerdasan Multipel Balita

  • Leave a Reply