Nov 28

Diare termasuk dalam penyakit “langganan” anak-anak. Hampir setiap anak pernah mengalaminya, namun tidak sedikit yang meremehkan penyakit ini. Padahal, kenyataannya diare itu bisa mematikan.Data dari Departemen Kesehatan Indonesia menunjukkan, dari 1.000 bayi yang lahir, 50 di antaranya meninggal karena diare. Penyakit ini telah menjadi penyebab kematian balita teratas setelah Infeksi Saluran Pernapasan Akut.

Diare bukan sembarang sakit perut. Penyakit ini menyerang anak-anak karena mengonsumsi air minum yang terkontaminasi bakteri E.coli, salmonella, rotavirus, atau adenovirus. Gejala umum penyakit diare ditandai rasa mulas dan buang air besar (BAB) dengan tinja encer lebih dari empat kali sehari. Kondisi penderita diare bisa lebih parah jika cairan tubuh juga terbuang melalui mulut (muntah).

Penanganan utama penyakit diare adalah mengganti cairan tubuh yang hilang. Kekurangan cairan bisa mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh. Bila dibiarkan, lama-kelamaan organ tubuh tak berfungsi baik sehingga bisa menyebabkan kematian.

Jika diare hanya disertai BAB, untuk penggantian cairan tubuh segeralah minum oralit. Oralit adalah larutan yang mengandung elektrolit, asam basa, dan kalori. Ketiga komponen ini terkandung dalam cairan tubuh yang terbuang saat diare.

Pada kasus diare disertai muntah, penggantian cairan tubuh harus diberikan lewat infus. Pasalnya, minuman apa pun yang diberikan kepada penderita, pasti dimuntahkan lagi. Kalau penderita bisa minum, berilah cairan sedikit demi sedikit agar tak memicu mual.

Pada bayi yang terserang diare, pemberian air susu ibu (ASI) harus diberikan sebanyak-banyaknya sebelum Anda memberikan oralit. ASI membantu penyembuhan diare dan menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Sedangkan pada bayi yang minum susu formula, pemberian susu bisa tetap dilakukan dengan catatan tak terjadi intoleransi terhadap susu tersebut. Pada beberapa kasus, bayi tak bisa menolerir susu sapi yang diberikan. Oleh karena itu, pemberian susu sapi bisa digantikan dengan susu kedelai atau susu sapi bebas laktosa.

Pencegahan
Diare memang berbahaya, tapi penyakit ini bisa dicegah. Kunci utama pencegahan diare adalah disiplin menerapkan perilaku bersih. Biasakan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun, terutama setelah menggunakan toilet, setelah membersihkan anak, serta sebelum menangani makanan.

Orangtua wajib mengajari anak dan balita selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari kamar kecil. Bila perlu, mintalah si kecil untuk tidak menggunakan alat makan bersama anak lain serta tidak sembarangan jajan di sekolah.  Penanganan makanan yang tidak benar juga menjadi penyebab diare. Cuci sayur atau bahan makanan lain dengan air bersih agar tidak terkontaminasi bakteri.

Sumber: kompas.com 

Google Translate :

Diarrhea diseases are included in the “subscription” of children. Almost every child ever experienced, but not least the underestimate this disease. In fact, the reality is that diarrhea can be deadly.

Data from the Indonesian Health Ministry, showed that from 1000 babies born, 50 of whom died due to diarrhea. This disease has become the top cause of child mortality after Acute Respiratory Tract Infection.

Diarrhea is not just any stomach ache. This disease attacks children because of consuming contaminated drinking water bacterium E. coli, salmonella, rotavirus, or adenovirus. Common symptoms of diarrheal disease marked sense of heartburn and defecation (BAB) with watery stools more than four times a day. The condition may be more severe diarrhea if too wasted body fluids by mouth (vomiting).

The main handling of diarrheal disease is to replace lost body fluids. Lack of fluids can reduce blood flow throughout the body. If allowed, over time the organs of the body can not function properly so that it can cause death.

If diarrhea is accompanied only BAB, for replacement of body fluids to drink ORS immediately. ORS is a solution containing electrolytes, acid-base, and calories. All three of these components is contained in body fluids are lost during diarrhea.

In cases of diarrhea accompanied by vomiting, replacement fluids must be given intravenously. Because, drink whatever is given to patients, would spit out again. If the patient can drink, give fluids little by little so as not to trigger nausea.

Diarrhea in infants, breastfeeding (breast milk) should be given as much as possible before you give ORS. ASI helps cure diarrhea and replace lost body fluids.

Whereas in infants who drink formula feeding can still be done with the note did not happen intolerance to milk them. In some cases, babies can not tolerate cow’s milk is given. Therefore, the granting of cow’s milk can be substituted with soy milk or lactose-free cow’s milk.

Prevention
Diarrhea is dangerous, but this disease can be prevented. The main key to the prevention of diarrhea is the discipline to apply the net behavior. Get used to always wash hands with soap, especially after using the toilet, after cleaning the child, and before handling food.

Parents required to teach children and toddlers are always washing hands before eating and after the restroom. If necessary, ask your child for not using cutlery with other children and not indiscriminate snack at school. Improper food handling is also a cause of diarrhea. Wash vegetables or other food ingredients with clean water to prevent bacterial contamination.

Daftarkan email kamu untuk automatic update artikel terbaru :

  

Delivered by FeedBurner





Related Post :



  • Penyakit Akrab Musim Hujan Bagi Anak
  • Perkuat Daya Tahan Menjelang Musim Hujan
  • Tyfus Pada Bayi
  • Menambah Nafsu Makan Pada Balita/Anak
  • Fever In Children
  • KALA SI KECIL “MASUK ANGIN”
  • Asap Rokok Ancam Bayi dan ASI
  • Propolis Madu
  • Antibiotik? Siapa Takut?
  • Tipes (thypus)

  • Leave a Reply