Feb 17

sumber: republika

JAKARTA– Ibu hamil perlu mengonsumsi gizi yang baik, salah satunya adalah asam folat. Komsumsi asam folat pada ibu hamil terbukti dapat mengoptimalkan perkembangan janin sekaligus mendukung kesehatan dirinya sendiri.

Sebaliknya, jika ibu hamil kekurangan asam folat bisa menyebabkan kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Hasilnya bayi bisa mengalami kecacatan pada otak dan sumsum tulang belakang.

Menurut dr. Judi Junaedi Endjun, SpOG, Kepala Unit Perinatal Resiko Tinggi, RSPAD Gatot Subroto, asam folat membantu pembentukan otak bayi dan penting dalam membantu pembelahan sel. Asam folat juga bisa mencegah anemia dan menurunkan resiko terjadinya NTD (Neural Tube Defects).

Sayangnya, lanjut Judi sedikit sekali ibu yang menyadari dirinya kekurangan asam folat. Sebagian besar terjadi karena kehamilan terjadi tanpa direncanakan. “Sementara kebutuhan asam folat harus terpenuhi saat sebelum kehamilan,” ungkap Judi di Jakarta, Kamis (29/1).

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Asia Pasific Journal of Clinical Nutrision edisi 2007 menunjukan di Jakarta, 3 dari 5 atau 60% wanita subur memiliki kadar folat dalam sel darah merah yang kurang dari ideal.

Kebutuhan asam folat pada ibu hamil sebesar 600 ug per hari, namun berdasarkan studi yang menunjukan kurangnya asam folat pada ibu hamil maka diprediksi tingkat NTD sebesar 15 dari 10 ribu kelahiran.

“Memang belum ada data pasti mengenai penyebab tingginya angka kematian pada bayi di Indonesia. Namun salah satu penyebabnya adalah kekurangan asam folat,” ungkap Spesialis Obstetri dan Ginekolog itu.

Judi menambahkan kekurangan asam folat menyebabkan bayi lahir dengan bibir sumbing, berat badan rendah, down syndrome hingga keguguran. Kondisi tersebut disebabkan karena bayi mengalami kelainan pembuluh darah sehingga, rusaknya endotel pipa yang melapisi pembuluh darah menyebabkan plasenta mudah lepas.

“Plasenta sebagai saluran nutrisi dari si ibu pada bayi akan mudah lepas, jika ini terjadi maka asupan nutrisi pada bayi pun menjadi rusak,” imbuh Judi.

Selain itu kelainan lainnya adalah bayi mengalami gangguan buang air besar dan kecil, tidak bisa berjalan tegak dan temperamen. Pada anak perempuan, saat dewasa tidak mengalami menstruasi. Sementara, kata Judi pada ibu hamil, kekurangan asam folat menyebabkan meningkatnya resiko anemia, sehingga ibu mudah letih, lelah dan pucat.

Untuk itu Judi menyarankan agar kebutuhan asam folat pada ibu hamil harus terpenuhi, yakni 600 ug folat per hari. Sumber makanan yang mengandung asam folat adalah daging sapi, brokoli, jeruk, bayam dan sumber protein lainnya. Sayangnya pemanasan dapat merusak kandungan folat dalam sayur hingga 80%. Judi menyarankan, asupan asam folat sebaiknya tidak hanya dari sayur saja.

“Asam folat penting, hanya tidak cukup dengan sayur. Ibu hamil bisa mengkonsumsi tablet folat atau susu dengan kandungan folat tinggi,” saran Judi.

Judi juga mengimbau para ibu hamil untuk menghindari makanan yang dapat merusak kehamilan seperti gorengan, gula, cafein dan alkohol.

Selain itu kebutuhan folat tidak hanya pada saat hamil tapi juga sebelum hamil. Tiga bulan sebelum hamil sebaiknya wanita mengkonsumsi asam folat sebanyak 600 ug per hari.

Daftarkan email kamu untuk automatic update artikel terbaru :

  

Delivered by FeedBurner





Related Post :



  • Vitamin E yang Rendah pada Ibu Hamil, Berisiko sebabkan Bayi Asma
  • Balita antara Masa Emas dan Kritis
  • Manfaat Garam Inggris
  • Segalanya Tentang Ibu Hamil hanya di Momsmiracle.com
  • Puasa Tak Bahaya bagi Ibu Hamil
  • Menjaga Nutrisi, Menuai Kecerdasan
  • Apel Selama Kehamilan, Lindungi Bayi dari Asma
  • EDITANSIL ( Ejakulasi Dini Tanpa Hasil )
  • Depresi Ibu Berefek Buruk pada Anak
  • Hamil Anggur ? Apaan sih ?

  • Leave a Reply