Feb 17

Sumber: republika

Kita mungkin menganggap bahwa kegemukan merupakan masalah penampilan saja. Tapi, sebenarnya kelebihan berat badan erat kaitannya dengan masalah kesehatan yang akan datang setelahnya.

Kelebihan berat badan juga bisa memberikan dampak pada kesehatan jantung, persendian, pernapasan, mood, pola tidur, dan tingkat energi. Bisa dikatakan bahwa kelebihan berat badan dapat mempengaruhi kulaitas hidup seseorang.
Saat seseorang memakan banyak kalori lalu membakarnya dalam tubuh dengan aktivitas, tubuh tetap menyimpan beberapa kalori yang nantinya berubah menjadi lemak. Bagi sebagian orang lemak memang belum memberikan pengaruh pada kesehatan. Tetapi, jika pola makan yang terus-menerus menambah kalori, maka peluang penimbunan lemak akan semakin banyak. Hingga pada suatu saat timbunan lemak itu memberikan pengaruh negatif pada tubuh.

Data dari situs Kidshealth.org menyebutkan sepertiga dari anak-anak dengan kisaran umur 2-9 tahun sudah mengalami obesitas. Jadi, saat ini kemungkinan remaja mengalami penyakit yang biasa diderita oleh orang-orang tua semakin besar seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

Seseorang mungkin kelebihan berat badan karena pilihan makanan yang tidak sehat (seperti fast food) atau makan banyak cemilan sambil menonton televisi. Terkadang, seseorang beralih pada makanan karena suatu kondisi emosional, seperti saat mereka meresa sedih, khawatir, stres, atau bosan.

Mengukur Berat Badan

Ternyata kelebihan berat badan pada remaja menimbulkan efek yang lebih kompleks daripada mereka yang sudah berumur. Karena remaja masih tumbuh dan berkembang. Dokter atau ahli lain untuk kesehatan biasanya menggunakan ukuran BMI (body mass index) untuk mengetahui seseorang menderita obesitas atau tidak.

Remaja yang mengalami obesitas biasanya memiliki BMI 95 persen lebih tinggi daripada BMI remaja lain yang seumuran. Sedangkan bagi remaja yang BMI-nya 85-95 persen dari remaja lain seumurnya, maka dia mengalami overweight.

Obesitas adalah sesuatu yang buruk untuk tubuh dan pikiran. Tidak hanya membuat seseorang merasa cepat lelah dan tidak nyaman saja, membawa beban berat, juga menimbulkan stres pada tubuh, terutama pada tulang dan persendian di bagian kaki. Saat mereka bertambah dewasa, remaja yang obesitas ini akan sangat mudah terserang diabetes atau penyakit jantung.

Berikut ini beberapa penyakit yang mungkin menyerang remaja :
- Blount’s Disease: Dampak kelebihan berat badan pada pertumbuhan tulang akan menyebabkan perubahan bentuk tulang pada kaki bagian bawah. Biasanya kaki akan menjadi bengkok karena harus menanggung beban berat di masa perkembangannya.

- Arthritis: Tekanan berat badan dapat menyebabkan sakit pada persendian di masa muda, termasuk radang sendi.

- Slipped capital femoral epiphyses (SCFE): Obesitas pada anak-anak dan remaja memperbesar risiko sakit pada bagian pinggul. SCFE harus mendapatkan penanganan dan tindakan cepat termasuk operasi untuk mencegah dampak lanjutannya pada persendian.

- Asma: Obesitas erat kaitannya dengan masalah pernapasan. Hal ini membuat remaja menjadi sulit untuk mengikuti teman-temannya dalam berolahraga atau berjalan dari kelas ke kelas yang lain.

- Sleep Apnea: Adalah kondisi saat seseorang pernapasannya berhenti sementara di kala tidur. Hal ini menjadi masalah yang serius bagi penderita kelebihan berat badan, tidak hanya menganggu tidur mereka, tetapi juga membuat remaja itu menjadi cepat lelah sehingga mengurangi kemampuannya dalam berkonsentrasi dan belajar. Kondisi ini juga bisa mengarah pada penyakit jantung.

Daftarkan email kamu untuk automatic update artikel terbaru :

  

Delivered by FeedBurner



Related Post :



  • KB Susuk
  • Usir 9 Penyakit Dengan Jalan Kaki
  • Usir 9 Penyakit Dengan Jalan Kaki
  • Mitos Sesat soal Makanan
  • Hati-hati, Kedelai bikin pria mandul ?
  • IPB Temukan Bakteri Dalam Produk Susu Bayi
  • IPB Temukan Bakteri Dalam Produk Susu Bayi
  • Vitamin E dalam tubuh
  • Minum Air Sembuhkan Penyakit
  • Klinik Tumbuh Kembang dan Pusat Fisioterapi

  • One Response to “Efek Kelebihan Berat Badan”

    1. » KB Susuk | Family & Children Guidance | Baby Cares Says:

      […] memang ingin menggunakan KB susuk, tapi ingin menghindari terjadinya kenaikan berat badan, bisa dilakukan dengan mengubah pola makan. Mengurangi makan makanan yang banyak mengandung lemak […]

    Leave a Reply