sumber : tabloid-nakita
Sebuah tes yang dilakukan di Jerman terhadap 1.000 bayi berusia 9 bulan hingga 2 tahun memperlihatkan pengaruh suara televisi di dalam rumah. Seorang anak yang banyak menghabiskan waktunya di depan televisi membutuhkan waktu lebih banyak untuk belajar bicara.
Pada beberapa kasus, keterlambatan bicara ini diakibatkan adanya indikasi gangguan pendengaran atau tuli.
Menurut Dr. Sally Ward, seorang ahli terapi bicara di rumah sakit Manchester, anak-anak yang terbiasa mendengar suara-suara di televisi, sulit beradaptasi dengan suara-suara orang yang ada di sekitarnya. Akibatnya, ia pun lambat diajak bicara. Ward juga menganjurkan agar televisi sebaiknya tidak terus-menerus dihidupkan. Apalagi membiarkan si bayi bermain-main sendiri di depan layar TV yang menyala.
Orang tua harus banyak berkomunikasi dan memperdengarkan bayinya pada suara-suara yang non-artifisial. Yang paling ideal, saat Anda bercakap-cakap dengan si kecil, matikan televisi.
Sehingga suara yang didengarnya hanya suara Anda semata-mata.







